Kamis, 11 Desember 2014

Kurikulum KTSP VS Kurikulum 2013 >>> Kurikulum Ideal Untuk Indonesia


SALAM CERDAS sahabat ilmu, pasti sahabat sudah tidak asing lagi dengan kurikulum. Namun tahukah sahabat apakah sebenarnya kurikulum itu? Ya, kurikulum adalah program pendidikan yang berisi rancangan pelajaran.

Belum lama ini kurikulum pendidikan KTSP digantikan dengan kurikulum 2013, dan akhir akhir ini terdapat wacana bahwa tidak lama lagi kurikulum 2013 akan kembali ke kurikulum KTSP. Sebenarnya apa perbedaan mendasar pada kedua kurikulum tersebut?

 Perbedaan mendasarnya adalah pada kurikulum KTSP lebih menekankan pada kemampuan hard skill, sedangkan pada kurikulum 2013 lebih menyeimbangkan antara kemampuan soft skill dan hard skill dengan cara mengurangi mata pelajaran yang terdapat pada KTSP.

Kurikulum KTSP digantikan dengan 2013 bertujuan untuk dapat lebih mengeksplor kemampuan dan membentuk kepribadian siswa, namun pada implementasinya tidak berjalan begitu baik. Lalu bagaimanakah kurikulum yang ideal?

Kurikulum ideal adalah kurikulum yang dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan dan dapat membentuk kepribadian yang baik, dengan pelaksanaan yang mudah diterapkan dan tidak membebani baik bagi siswa dan guru. Kurikulum yang ideal dapat mengembangakan kemampuan hard skill dan soft skill siswa, tanpa mengeleminasi satu dari kedua aspek tersebut. Dalam kurikulum yang ideal, pengembangan dan peningkatan hard skill disisipi dengan pembentukan karakter, sehingga siswa akan terbiasa menggunakan kemampuan hard skill dengan menerapkan kepribadian yang baik pula.

Kurikulum yang ideal adalah kurikulum yang menilai hasil pekerjaan siswa dengan mempertimbangkan proses (by process), bukan hasil semata (by result). Sehingga dengan hal ini siswa akan berorientasi untuk bisa mengerjakan sesuatu dengan langkah-langkah/proses yang baik, tidak hanya bisa memberikan hasil yang benar. Secara tidak langsung dengan didasarkan pada process oriented maka akan meminimalisir kecurangan yang dilakukan siswa misalnya saat ulangan yakni mencontek. Dengan process oriented juga akan membentuk kepribadian yang penyabar, tekun, dan menghargai pekerjaan berdasarkan proses.

Menerapkan kurikulum yang berorientasi pada proses dapat dimulai dengan cara-cara yang mudah namun memang untuk pelaksanaannya dibutuhkan perencanaan yang matang dan waktu yang panjang. Pemerintah tidak harus mengganti modul dan mengeleminasi mata pelajaran, namun yang seharusnya dirubah adalah mengubah sistem pembelajaran dan evaluasi.

Yang dimaksud dengan mengubah sistem pembelajaran dan evaluasi adalah dengan menerapkan soal-soal yang dapat mengeksplorasi cara berpikir anak, misalnya dengan mengurangi soal pilihan ganda dan lebih mengembangkan soal berbentuk essay. Dengan hal tersebut tentu saja akan membentuk kepribadian siswa yang lebih kreatif dan tekun, dan juga meminimalisir siswa untuk bekerjasama saat ujian, karena jawaban yang dibutuhkan berdasarkan hasil pemikiran masing-masing siswa.

Semoga Bermanfaat !! (Rexy/”GMPrivat”)





Representative Office:
Les Privat Bandung
Growth Mindset Private (GMPrivat)
Jl. Terusan Kopo km.14. Komp. Gandasoli Indah C.21, Bandung 40971
Telp/SMS : 0852 943 50 600
Line ID : gmprivat
WhatsApp : 0852 943 50 600 ( klik disini untuk chat langsung dg CS )
Email : privategrowthmindset@gmail.com
Instagram : @eduquotes
Facebook : growthmindsetprivat

Twitter Delicious Facebook Stumbleupon Favorites More