Senin, 16 Maret 2015

Mengembangkan Daya Ingat Anak


“Setiap produksi manusia jenius pasti merupakan produk dari antusiasme”
(Benjamin Disraeli)

Dalam kegiatan sekolah, ada banyak materi pelajaran yang perlu siswa ingat. Hal tersebut akan memudahkan siswa itu sendiri ketika ujian tulis tiba. Tak berhenti pada kegiatan di sekolah. Kecakapan daya ingat sangatlah diperlukan. Kecakapan daya ingat juga merupakan bagian dari tes seleksi lainnya, yang akan dihadapi oleh siswa di masa depan.
Seperti yang kita ketahui, manusia belajar sesuatu menggunakan kombinasi dari tiga daya sensorik, yaitu: auditori, visual, atau kinestetik (sentuhan). Biasanya setiap orang memiliki satu daya sensorik cenderung dominan dan seseorang selayaknya menerima informasi dengan indera itu untuk dapat mengerti dan mengingatnya. Bagaimana cara mengetahui daya sensorik cenderung dominan pada seseorang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita dapat melakukan salah satu aktivitas. Coba beri satu pertanyaan kepada anak seperti, “Apa warna seprei tempat tidurmu?” kemudian tanyakan bagaimana dia mengetahuinya. Apakah dia melihat warna seprei tersebut hijau? Apakah dia ingat pernah berbicara tentang warna yang membuatnya berkata warna hijau? Apakah dia membayangkan memegang seprei dan tahu bahwa warnanya hijau? Setelah menjawab pertanyaan, disanalah kita dapat menganalisis daya sensorik cenderung dominan pada anak tersebut.

Seorang anak mungkin menyimpan banyak informasi dengan cara yang berbeda-beda. Dapat mengingat secara visual atau auditori, tapi hanya dapat menguasai tugas dengan cara mengerjakannya. Untuk menjadi sukses, anak perlu informasi yang diberikan melalui daya sensorik yang digunakan untuk belajar dan mengingat pelajaran.

Penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan ketiga daya sensorik tersebut manusia dapat mengingat lebih banyak hal. Berdasarkan referensi, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menambah daya ingat anak:
1.      Mengeja Kata
Lihatlah kata itu. Sebutkan kata itu dan kemudian ejalah hurufnya satu per satu dengan keras. Berikan perintah untuk menutup matanya, membayangkan huruf-huruf itu, dan menyebutkan kata tersebut. Lalu suruhlah ia membuka matanya dan menulis huruf-huruf tersebut di atas kertas atau di udara dengan menggunakan tangannya. Kemudian, perintahkan dia untuk menjauhkan kertas itu dan menulis keseluruhan katanya.

2.      Membaca
Buatlah anak membaca dua atau tiga paragraf. Jelaskan dengan keras apa yang dia baca, buatlah gambar untuk menerangkan kata-kata kunci, dan tulislah sebuah catatan singkat.

3.      Mengingat Fakta
Bacalah fakta, katakan fakta tersebut dengan keras, ubahlah fakta tersebut menjadi permainan menarik. Buatlah kartu permainan. jika ada lebih dari sepuluh poin yang harus diingat, wakilkan jari-jari tangan untuk mewakili poin-poin tersebut. Ketika dia harus mengingat fakta-fakta tersebut, sentuhkan satu jari di pahanya atau meja untuk mengingatkan poin tersebut. Sentuhkan jari-jari yang lain untuk poin-poin berikut, dan seterusnya.

Sebagai penutup, ada beberapa contoh lainnya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan daya ingat anak. Misalnya, kumpulkan sepuluh barang dan mintalah anak untuk melihatnya selama satu menit, kemudian tutuplah matanya. Saat mata terpejam, singkirkan satu barang. Mintalah  anak untuk membuka matanya dan tanyakan apa yang hilang.

Sumber Rujukan:
Ireland, Karin. 2003. 150 Cara untuk Membantu Anak Meraih Sukses. Erlangga: Jakarta.

Representative Office:
Les Privat Bandung
Growth Mindset Private (GMPrivat)
Jl. Terusan Kopo km.14. Komp. Gandasoli Indah C.21, Bandung 40971
Telp/SMS : 0852 943 50 600
Line ID : gmprivat
WhatsApp : 0852 943 50 600 ( klik disini untuk chat langsung dg CS )

Email : privategrowthmindset@gmail.com
Instagram : @eduquotes
Facebook : growthmindsetprivat
www.gmprivat.com



0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Stumbleupon Favorites More